PEKANBARU – Universitas Islam Riau (UIR) kembali menggelar Kajian Islam Rutin Bulanan pada Jumat, 30 Oktober 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai ini berlangsung di Ruang Sidang Lantai 2 Gedung H. Rawi Kunin, Universitas Islam Riau.
Kajian kali ini menghadirkan Prof. Dr. H. Alaiddin Koto, MA., yang membahas pentingnya akhlak, kerendahan hati, kebijaksanaan, dan keadilan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Rektor III UIR, Assoc. Prof. Dr. Ir. H. Deddy Purnomo Retno, S.T., M.T., GP.A-Utama; Ketua Umum Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Riau, H. Zulfikar Achmad, S.H., M.H.; serta Direktur Direktorat Dakwah Islamiah (D2I) UIR, Assoc. Prof. Dr. H. Saproni, M.Ed.
Selain mengikuti kegiatan secara langsung, sivitas akademika UIR juga bergabung melalui jaringan daring. Format hybrid ini memberikan kesempatan kepada seluruh sivitas akademika untuk mengikuti kajian dari berbagai tempat.
Dalam pemaparannya, Prof. Alaiddin mengangkat kisah dialog antara Khalifah Harun Ar-Rasyid dan Bahlul. Kisah tersebut mengajarkan pentingnya kerendahan hati bagi seseorang yang memiliki jabatan dan kekuasaan. Ia mengingatkan bahwa kemegahan dunia hanya sementara, sedangkan kehidupan akhirat merupakan tujuan yang lebih hakiki.
Prof. Alaiddin juga menegaskan bahwa ibadah seperti salat, membaca Al-Qur’an, dan berzikir harus membentuk akhlak yang baik. Menurutnya, ibadah tidak cukup menjadi rutinitas, tetapi harus mendorong seseorang bersikap santun, rendah hati, dan peduli terhadap sesama. Ia juga mengajak para pemimpin menerapkan kebijakan yang lembut (layyin) dalam mengelola masyarakat maupun institusi pendidikan.
Selain itu, ia mengingatkan umat Islam agar menggunakan akal sehat dan hikmah dalam memahami agama. Setiap Muslim perlu melakukan introspeksi diri serta menghindari sikap merasa paling benar. Pemahaman agama seharusnya mendorong keterbukaan dan sikap saling menghargai perbedaan.
Dalam sesi tanya jawab, peserta membahas berbagai persoalan, mulai dari pengelolaan emosi, hukum dan keadilan, hingga hubungan agama dengan tradisi masyarakat. Prof. Alaiddin menyinggung kegiatan kreatif seperti menulis puisi sebagai salah satu cara positif menyalurkan perasaan. Ia juga menekankan bahwa penegakan hukum perlu mempertimbangkan nilai keadilan, bukan sekadar menerapkan aturan secara tekstual.
Menutup kajian, Prof. Alaiddin mengajak umat Islam menjalankan amar makruf nahi munkar dengan berani dan santun. Ia mengingatkan pesan qulil haqqa walau kana murran, yakni menyampaikan kebenaran meskipun terasa pahit. Namun, setiap orang harus mengedepankan adab dan kebijaksanaan ketika menyampaikan kebenaran.
Melalui Kajian Islam Rutin Bulanan ini, Direktorat Dakwah Islamiah (D2I) UIR terus mendorong penguatan wawasan keislaman dan pembentukan karakter sivitas akademika. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan pribadi yang berakhlak, bijaksana, terbuka, dan mampu menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. (FNA/D2I)
Tonton video ceramah kajian islam selengkapnya, klik di sini!





